Selasa, 01 Agustus 2017

Reuse botol plastik bekas kemasan minuman

Menarik untuk disimak, sehingga timbul gagasan susulan yang baru untuk memanfaatkan botol plastik bekas setelah menonton video di tautan berikut :

KLIK disini

Jumat, 21 Juli 2017

Kompetisi Nasional Teknologi Tepat Guna Kesehatan Lingkungan Tahun 2017

Apresiasi  untuk generasi penerus Kesehatan Lingkungan yang dimotori oleh HIMA Kesling Poltekkes Semarang dengan penyelenggaraan KOMPETISI NASIONAL  TEKNOLOGI TEPAT GUNA KESEHATAN LINGKUNGAN. TAHUN 2017.

Sebagai salah satu bentuk apresiasi, berikut ini ditampilkan tautan karya teknologi para mahasiswa Kesling Poltekkes seluruh Indonesia.

Silakan tonton videonya dan beri jempol sebagai perwujudan apresiasi kita.


Nama Asal Poltekkes dan
Alamat Link (tautan) TTG


Kesehatan Lingkungan Semarang

Kesehatan Lingkungan Ternate

Kesehatan Lingkungan Jakarta 2

Kesehatan Lingkungan Bengkulu

Kesehatan Lingkungan Yogyakarta

Kesehatan Lingkungan Pontianak

 






Nama Asal Poltekkes dan
Alamat Link (tautan) TTG


Kesehatan Lingkungan Semarang

Kesehatan Lingkungan Ternate

Kesehatan Lingkungan Jakarta 2

Kesehatan Lingkungan Bengkulu

Kesehatan Lingkungan Yogyakarta

Kesehatan Lingkungan Pontianak

Senin, 19 Juni 2017

Desinfeksi Air dengan Sengatan Listrik (Penyetruman)



Tahun 1990 saya terinspirasi  sebuah foto salah satu koran nasional. Foto itu menampilkan  seorang  petani dan dua ekor kerbau  yang sedang  digunakan membajak sawah. Petani itu tersengat listrik dari kabel jaringan yang putus.  Petani itu tewas mengenaskan beserta dua ekor kerbaunya. Ketika itu muncul gagasan  desinfeksi  menggunakan sengatan listrik.  Percobaan sederhana dengan melakukan penyetruman  air yang  banyak mengandung protozoa / Paramecium sp. 

Percobaan dilakukan dengan menginokulasi  bibit  protozoa / paramecium sp  kedalam infusa rebusan jerami kering.  Bibit protozoa diambil dari air comberan  rumah tangga.  Kemudian infusa tersebut diinkubasi (dibiarkan) selama 3hari pada suhu ruangan. Percobaan dilakukan di laboratorium  SPPH Purwokerto yang memiliki suhu ruangan  20 -24oC . Untuk memastikan  protozoa telah tumbuh dan berkembang,  air  infusa  diteteskan di gelas preparat dan diperiksa dengan mikroskoop perbesaran 400.

200 ml Infusa yang telah dipastikan mengandung  protozoa dalam jumlah yang  sangat banyak itu kemudian dilakukan penyetruman langsung dengan  listrik  tegangan 220V , dengan  sekering 5A. penyetruman dilakukan selama 0 – 10 menit. Setelah dilakukan penyetruman, air infusa tersebut segera diperiksa kandungan protozoanya. Hasilnya dapat dilihat  sbb. :

No
Volume infusa (ml)
Waktu Penyetruman (menit)
Suhu air infusa (oC)
Kondisi protozoa / Paramecium sp





1
200
0
24
Semuanya hidup
2
200
1
25
Sebagian besar hidup
3
200
2
35
Sebagian besar mati
4
200
3
45
Semuanya mati
5
200
4
60
Semuanya mati
6
200
5
65
Semuanya mati
7
200
6
75
Semuanya mati
8
200
7
85
Semuanya mati
9
200
8
96
Semuanya mati
10
200
9
97
Semuanya mati
11
200
10
97
Semuanya mati






Berdasarkan fakta seperti ditunjukan pada table diatas, ternyata  sengatan listrik (penyetruman) tidak bisa mematikan  protozoa seketika sekali sengatan . Protozoa mati setelah selang waktu tertentu karena  suhu air yang  meninggi (>45 oC).  Kesimpulannya,  jika sengatan listrik dapat mematikan  protozoa, tentu pada menit ke 1, semua protozoa akan mati. Faktanya  pada menit ke 1 sebagian besar protozoa masih hidup. (Sugeng Abdullah, 5 Juli 1990).